Selasa, 10 Maret 2009

Samber Pasi, 8-9 Maret 2008

Tanggal : 9-10 maret 2008
Lokasi Mancing : Samber pasi, kepulauan padaido luar, biak
Nama Anglers : Banyak, 15 orang
Kapten Kapal : Heri,redi n Yance
Ongkos Sewa : Pribadi

Kondisi Angin : Timur/Pelan
Kondisi Arus : Lumayan kencang
Cuaca : berawan
Ombak : tenang mendekati kurang nyaman 
Ikan yg di dapat :GT, red bass, dog tooth, emperor, dsb
Ukuran yg terbesar : Jenis :GT n dog tooth 
Berat :sekitar 15-20 kg (tdk timbang)

Teknik Memancing : 1. Trolling 2. Popping 3. Jigging/Dasaran 

Umpan yg digunakan : popper heri, metal jig, ikan mentah

Uraian :
Jalan2 ke samber pasi, kepulauan padaido, sekalian untuk mengetes longboat yang baru beres direhab. Angler cukup banyak, menggunakan 1 longboat n 1 jukung. Ikan yang didapat beraneka ragam, umumnya ikan2 dasar. Popping menghasilkan 1 GT n 1 red bass, tengiri 2 kali mocel, padahal udah sempat lompat2an di air n mutusin popper. Jigging dapat 1 dog tooth, sekitar 10 - 12 kg, n 1 baby baracuda.















Senin, 09 Maret 2009

Rebuild Longboat...(done..!)

Setelah sebulan bekerja, akhirnya proyek rehab longboat ku selesai dengan sukses. 

Garis besar yang direhab sbb :
- Pemasangan dek bawah, ditambahi foam + lapisan fiber sehingga rata.
- bagian depan ditambahi tempat tali dan laci penyimpanan barang2
- pembuatan center console + coolbox sebagai kursi
- penambahan bagian belakang (pembuangan air dan tempat duduk)
- penambahan lidah bagian depan sekali (khusus buat popping/fight area)
- Pemasangan railing n acesoris, steering n engine.

Kemarin baru dicoba ke samber pasi, daerah kepulauan padaido luar, berjarak kurang lebih 65 km dari biak. Waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit, dengan muatan 9 anglers + barang2 + bbm. Top speed (diukur dengan gps) adalah 22 knot atau 40 km/jam atau sekitar 25 mph. Ukuran yang sangat lumayan untuk mesin 40 hp 2 tak x 2. Bbm digunakan sekitar 140 liter untuk PP. Jumlah anglers yang diperkirakan bisa untuk mancing sekitar 4-6 orang untuk dasaran/jigging dan 3 orang untuk popping.

Many thanks 4 Mr. John Hambali, untuk advice2nya yg sangat membantu.

ps : foto2 sebelum dan sesudah dibedah..





 

Rabu, 26 November 2008

Spot popping darat di Biak..

Berikut foto2 tempat popping di sekitar Biak, sayangnya selama ini belum pernah dapat seekor ikan pun, padahal lokasi menjanjikan..






Minggu, 05 Oktober 2008

Biak Trip, by Mr.Jon hambali dkk, 20-27 September 2008

Lokasi : Pulai Indi, Laut Porisa, Reef Isabel, Pulau Rani, Pulau Insumbabi, Hole Korido (reef Ukrai).

Anglers : Jon Hambali, Ky, Keith, Acun, Joko, Adam. Lokal : Cun, Yongky, Gilbert, Leo.

1 minggu full popping, tapi hasil tidak terlalu banyak seperti yang diharapkan, karena trip bersifat eksplorasi dan hampir semua tempat yang dikunjungi sudah habis oleh bomers..









Jumat, 03 Oktober 2008

Big Doggie, Yambarai 5 September 2008

5 september 2008, ke korido mancing sekalian ngantar bbm. Mulai mancing jam 9 malam. Mancing di sekitar reef Tanjung Yambarai, depan Irieki, ga jauh dari hole korido. Ikan sangat sedikit yang makan. Jam 2 malam, pas lagi ngantuk2nya, tiba2 ada sambaran ganas dari monster bawah laut. Setelah fight hampir 1/2 jam, badan udah lemees abis (keliatan ga pernah olahraganya), pelan2 berhasil juga tuh monster naik. Lumayan, ditimbang mencapai 45 kg, panjang sekitar 120 cm.

Doggie ini sekalian jadi record sementara ikan terbesar yang pernah saya pancing.

Lokasi : Tanjung Yambarai, Korido

Kondisi angin/arus : Sangat Tenang, arus nyaris tidak ada.

Arsenal : Rod Jigwrex B526, Shimano Kaiokon EV4000 (dua2nya dari bro Ronald, salut), pe6 YGK Jigman, Leader varivas 80 lbs, hook Mustad size.24 (pasang dua rangkaian, satu kena di mulut, 1 lagi kena ke badan doggie, n udah bengkok kebuka, untung ga lepas).Teknik mancing dasar, umpan cakalang/tongkol diiris.

Hasil : Dog tooth tuna, 45 kg. Yang lain kapmer, kuniran dll, ukuran standar 0 - 2 kg an, ga banyak, cuma sekitar 10 ekor

Anglers : Cun, Darwin, Yongky, Gilbert, Mr. Leo, Mr.Kie, Wilson, Herry.


Rabu, 21 Mei 2008

Insumbabi, 21 Mei 2008

Pulau Insumbabi merupakan pulau yang terletak di daerah Supiori Selatan, sebelah barat dari Pulau Rani. Pulau insumbabi dapat dijangkau melalui perjalanan darat dari Biak - Korido, dan kemudian dilanjutkan perjalanan laut kira2 selama 1 jam. Pulau ini mempunyai penduduk kira2 200 jiwa.

Destinasi memancing kami kali ini adalah pulau Insumbabi. Kebetulan seorang teman tempat kami menitipkan boat di Korido mempunyai kenalan penduduk Insumbabi. Kami berangkat dari Biak sekitar jam 10 malam, dan tiba di Korido pukul 3 pagi. Tanpa banyak membuang waktu, segala perlengkapan langsung diturunkan dari mobil, istirahat sejenak, dan langsung melanjutkan perjalanan ke Insumbabi. Karena kebanyakan personil (kira2 17 orang), maka beberapa orang terpaksa kami turunkan di pulau.

Kami mulai memancing pukul 5.00 pagi.Cuaca sangat bersahabat, arus sangat pelan (bisa dikatakan mati), dan angin pun bertiup sangat pelan. Beberapa mencoba mancing dasar, sedangkan saya mencoba jigging, karena penasaran dengan hasil jigging yang kurang memuaskan selama ini. Mancing dasar mulai menunjukkan hasil, beberapa ekor Lalosi hitam, ukuran kecil sekitar 200 - 300gr mulai dinaikkan satu persatu. Beberapa saat sesudahnya, seekor bubara dasar dan seekor gutila (sikuda) pun berhasil dinaikkan. Taksiran saya sekitar 5 - 6 kg. Jigging saya sendiri belum menghasilkan apa2.
Setelah beberapa kali turun naik dan olahraga pagi, jig mulai terasa sambaran. Rupanya ikan predator tersebut hanya menyambar jignya saja tanpa terkena assist hooknya. Terbukti dari jig yang bertanda gigi ikan. Penasaran, saya coba lagi. Yang berikut ternyata nyangkut di assist hook, tapi karena kesalahan penggunaan leader dan kesalahan setelan drag, jig saya putus dibawa oleh penghuni lautan...:D

Setelah mancing dasar dan jigging kurang mendapatkan hasil yang memuaskan, kami lalu berpindah tempat. Sepanjang perjalanan saya mencoba trolling / tunda. Dua kali lemparan, 2 kali sambaran. Yang pertama lepas, yang kedua malah rapala x-rap orange saya yang dibawa lari ikan, karena PE nya putus. Nasib...

Pukul 10 pagi kami masuk ke Insumbabi,.. makan dan ngobrol2 melepas lelah, sesudah itu kami beristirahat sampai jam 3 sore, dan kemudian kembali memancing. Memancing malam di Insumbabi ternyata jauh lebih mengesankan. Selepas matahari mulai terbenam, ikan kakap merah "table size" mulai masuk dan menghantam umpan2 kami. Rupanya tempat tersebut memang tempat potensial ikan, terbukti beberapa ekor bubara berukuran sekitar 5-6 kg berhasil dinaikkan, dan sekitar 30 ekor kakap merah dengan ukuran sekitar 2 - 3 kg ikut serta mengisi coolbox kami.

Pukul 9 malam, karena kehabisan umpan, kami berangkat pulang dengan terlebih dahulu singgah di pulau Insumbabi untuk menjemput beberapa kawan lain yang tinggal menjaga pulau..
Total hasil kami sekitar 1 coolbox penuh, dengan berat total sekitar 80 kg. Lumayan untuk makan orang rumah selama sebulan... :D

Dokumentasi kami di Insumbabi tidak banyak, karena semua personil sibuk memancing, dan seorang teman yang bertugas khusus juru foto tidak ikut.

The team : saya, yongky, ko liong, oce, charlie, ilham, govri, revol, heri, om anton (penduduk insumbabi), herman, eli (abk)
























Sabtu, 03 Mei 2008

Korido, Nelayan Sejati, 23-24 April 2008

Ini merupakan perjalanan memancing kami yang ter-update. Tepatnya tanggal 23 April 2008 - 24 April 2008. Lokasi kami seperti biasa, di Korido, Supiori Selatan, 4 Jam dari Kota Biak
melalui jalan darat.
Kami tiba di Korido tanggal 23 malam, jam 21.00. Berisitirahat sejenak, kemudian kami memancing di sekitar hole korido sampai pukul 2.00 dinihari. Dikarenakan kondisi angin, hasil yang kami dapatkan sangat tidak memuaskan. Hanya berhasil mendapatkan seekor ikan kakap merah dengan berat sekitar 0,5 kg.

Kami lalu masuk kembali ke Korido untuk beristirahat. Besoknya, kami mulai memancing jam 12.00 siang hari. Cuaca sangat bersahabat. Angin bertiup pelan dan arus pun mengalun dengan pelan. Kami mencapai spot pertama di Pulau Rani pada pukul 13.00. Langsung semua perlengkapan diturunkan, dan satu demi satu strike terjadi, dengan hasil terbesar seekor bubara kuning. Teknik memancing kami kali ini dengan mancing dasar (umpan ikan tongkol) dan jigging. Jigging sempat 2 kali terjadi strike, tapi kemudian lepas, karena assist hook yang kami pakai sudah tidak tajam lagi.

Menjelang sore hari, kami menjaring umpan di sekitar reef depan pulau Rani sebelah utara.
Umpan yang kami jaring merupakan sejenis ikan sarden, namanya dalam bahasa Biak adalah Ineper. Umpan ini berbentuk seperti ikan sarden,
 memiliki bentuk yang panjang, 
warna sisik yang mengkilap dan berbau amis.

Malam harinya, kembali strike terjadi berkali2 dengan perolehan terbesar seekor 
kakap merah dengan berat kira2 12 kg.

Kami memancing sampai jam 2 dinihari, dan langsung kembali ke korido,
dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Biak.

The team : Saya, yongky, gilbert, darwin, heri
guntur, anes (juru foto), oce, herman dan mesakh (abk).